Sorenya Soel

Foto dari situs BIGREDS (http://www.big-reds.org)

Siang hingga petang di hari kedelapan bulan Januari lalu, ada sensasi yang berbeda saat mengikuti dinamika linimasa di media sosial bernama Twitter. Bukan sesekali tersenyum geli bila mendapati kicauan yang lucu atau kemudian kesal karena membaca informasi yang kurang menyenangkan. Seperempat hari itu secara konstan sensasinya hanyalah haru biru saat linimasa dipenuhi cerita tentang Soel yang sedang tergolek di rumah sakit akibat deraan komplikasi meningitis, pneumonia dan tuberculosis. Bahkan saat itu hampir-hampir tak bisa menahan air mata yang sudah memenuhi mata. Nafas juga tidak cukup leluasa dilepaskan, haru menghimpit dada. Setiap kicauan yang dibaca seperti katalisator yang hendak mempercepat keluarnya air mata, makin menyesakkan dada. Saya kira saya tidak sendirian disiksa sensasi seperti itu. Ragam pengakuan juga tercetus di sana, bahwa mereka juga terharu.


Yang mengharukan bukan hanya karena kondisi kesehatan Soel yang begitu memprihatinkan dengan berbagai macam sakit berat yang menderanya tersebut. Yang juga mengharukan bagaimana semesta merespon. Semua seperti hendak melakukan segala daya upaya yang bisa membantu Soel kembali ke kondisinya yang sehat. Segala kata dukungan diteriakkan, segala doa dipanjatkan. Sangat menggetarkan bila mendapati kenyataan bahwa segala aksi tulus itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak cukup tahu dan kenal secara personal dengan Soel. Mereka terlihat tidak kesulitan untuk mengungkapkan simpati dan empati layaknya saudara meski belum pernah bersua.

Sore itu mereka memenangkan sesuatu, mengambil perhatian Liverpool FC (klub kesayangan Soel) dan beberapa pemain juga mantan pemainnya untuk ikut memberikan dukungannya. Tweet ‏dari akun resmi klub berjuluk The Reds yakni: “@LFC Kepada @soeljeckle - anda telah mendukung @LFC dalam hidupmu. Sekarang saatnya #LFC mendukungmu. #PrayForSoel #YNWA @OfficialLFC_ID” seperti bom gas air mata yang membuat banyak orang melelehkan air mata saat itu. Dari ruang hati yang paling dalam, rasa hormat juga untuk komunitas-komunitas suporter klub Manchester United yang sanggup mengesampingkan tuntutan kerasnya rivalitas, respek buat mereka juga komunitas klub mancanegara lainnya yang turut menyampaikan dukungan dan doanya. Inilah unjuk sportifitas sekaligus kabar paling menggembirakan setahun belakangan ini bagi dunia sepak bola Indonesia, khususnya suporter.

Lalu siapa sebenarnya Soel? Sosok yang seketika menjadi twitter darling dan mengundang simpati dari banyak pihak itu.

Jika orang-orang menerka dia suporter Liverpool FC yang tulen, pegiat BIGREDS (wadah resmi suporter Liverpool FC di Indonesia) yang ulet maka semua terkaannya adalah benar. Sejak kali pertama kenal di akhir tahun 2008, dalam obrolan-obrolan antara kami (yang meski jarang membahas tema Liverpool) cukup terlihat dia orang yang mengerti banyak tentang klub yang dia pilih untuk didukungnya. Tanpa harus menghambur-hamburkan informasi dan pengetahuan ke-Liverpool-annya. Bagi yang pernah nonbar bersamanya terutama teman-teman di Bandung, cap sebagai chant commander rasanya sangat layak untuknya. Tentu hafalan chant-nya lengkap, lebih sekadar itu tema chant yang diteriakkan juga mesti benar sesuai dengan laga dan momen yang terjadi. Tenaga dan suaranya didedikasikan penuh selama 90 menit plus.

Sumbangsihnya sebagai bagian dari keluarga besar BIGREDS juga sangat banyak. Di Forum online BIGREDS, sejak kali pertama bergabung di awal tahun 2007, sebanyak 709 postingnya banyak membantu dan menghidupkan forum. Dia cukup sering memandu teman-teman forum untuk menemukan thread yang dicari dan sesuai. Menyemangati teman-teman regional lain untuk semakin menyemarakkan kegiatan. Dan tak ketinggalan, namanya begitu sohor di thread Plesetan Potret. Dengan ketrampilannya merekaulang gambar tentu ditambahi dengan rasa humornya yang tinggi, dia menghibur para pengakses Forum BIGREDS. Sematan label seniman terasa pantas karena dia adalah banner artist. Banyak banner bertema Liverpool FC adalah buah karyanya untuk BIGREDS regional Bandung. Tanpa bermaksud untuk mendata apa saja kontribusinya, sumbangsihnya jelas tak terhitung dan jauh lebih besar nilainya dari yang sudah disebutkan, termasuk sekarang ini.

Secara personal saya mengenalnya sebagai teman bicara yang mengasyikkan, sahabat yang pengertian dan saudara yang suka membantu. Kesan seperti itu sudah cukup terbaca sejak tatap muka pertama kami di Gathernas I Jogjakarta akhir tahun 2008. Dari sekian banyak peserta Gathernas, memang dia yang punya kesempatan meluangkan waktu untuk bicara lebih privat, seperti saat dia tertinggal ke Prambanan dan seusai nonbar. Tentu bukan sebuah kebetulan jika di kemudian hari, Soel menjadi salah satu sahabat terbaik yang banyak mempengaruhi kehidupan saya.

Setelah Gathernas, euphoria acara dilanjutkan para peserta dengan YM biasanya dengan membuat conference di sore hari. Pun saya dengan Soel, sama-sama punya akses internet yang cukup, kami intens ngobrol setiap harinya terutama sore hingga malam saat dia bekerja. Saking intensnya, saya cukup hafal dengan kebiasaannya. Setiap sore dia membuka dengan emoticon ~o) yakni secangkir kopi panas, tak lupa juga menawarkan gorengan. Tak sulit untuk cepat akrab dengan dia, pribadi yang kocak dan pengetahuan luas terutama tentang Liverpool FC. Di sela-sela kerjanya, dia cukup rajin untuk berselancar mencari berbagai informasi dan gambar-gambar lucu untuk kemudian dibagikan ke saya.

Dia orang yang tak segan untuk berbagi dan membantu sepanjang kemampuannya. Saya diberi akses untuk menggunakan akunnya di sebuah forum terkemuka para suporter Liverpool FC (RAWK Forum), yang masih diijinkan saya manfaatkan terus hingga hari ini. Sebagai gantinya, saya (sebagai moderator) menggantikan ID Forum BIGREDS-nya dari Smokercrow ke Jeckle. Tak hanya itu, dia juga orang yang unik dan konsisten dengan keunikannya. Emoticon dan kata-kata yang dicetuskan di berbagai kesempatan memang tidak biasa seperti: segan, I salute U, cadas, bertebar-tebar, bersimpuh, terharu, cium tangan, pecat dan lain-lain. Buat saya yang mengenalnya, setiap postingnya di Forum selalu lucu. Dia adalah bagian dari puncak kejayaan Forum BIGREDS. Di media sosial lain seperti facebook, dia orang yang rajin memberi like untuk setiap update status teman-temannya sambil sesekali mengomentari dengan gaya khasnya.

Di balik gayanya yang jenaka, sesekali dia bisa menjadi sosok yang bijak tanpa menggurui. Setidaknya dia sering menjadi pengingat saya. Suatu waktu obrolan memang bertema berat tapi tetap tidak menghalanginya untuk membahas secara ringan dan renyah. Sejak saya merantau ke Jakarta, komunikasi semakin sering terutama ketika dia juga mendapat tugas ke ibukota negara. Namun, tak cukup sering kami ketemu di nonbar Jakarta karena dia lebih memilih untuk pulang ke Bandung dan nonbar dengan barudak Manuk Liverbird. Pekerjaan di ibukota sepertinya tidak membuatnya bahagia, lalu dia pulang ke Bandung. Sejak awal tahun 2012 kami tak lagi sering komunikasi. Pesan pendek yang berisi doa dan semangat dari dia dikirimkan saat saya pindah ke Depok, meski kemudian sempat bertemu di sebuah nonbar di kawasan Blok M di bulan April, terlihat kurus dan pucat. Kami sama-sama mengalami masa-masa sulit di tempat yang berbeda. Sampai akhirnya tersiar kabar tentangnya yang sudah berada di rumah sakit selama berhari-hari.

Bukan Soel yang sedang kita bantu, sejatinya Soel yang sedang membantu kita. Apa pasal? Sakitnya Soel mengundang rasa simpati kita yang terdalam untuk ikut merasakan apa yang sedang dideritanya. Membuat kita semakin mengencangkan tali solidaritas antar kita. Soel telah membantu kita untuk menerangi hati kita sendiri dengan memberikan setiap yang kita punyai. Buat para pendukung Liverpool FC akhirnya menemukan makna sebenarnya dari lagu yang setiap awal dan akhir nonbar mereka nyanyikan, benar bahwa Anda semua Never Walk Alone. Bagi pendukung klub lain, bahkan yang rival sekalipun telah menunjukkan sisi kemanusiaannya, tidak semuanya memakai kaca mata kuda bernama fanatisme. Sore itu menjadi salah satu sore paling syahdu dalam kehidupan saya.  
    
Memiliki keluarga seperti ini benar-benar merupakan suatu kemewahan hidup yang saya rasakan. Mereka jiwa-jiwa penuh kepedulian. Saya berhutang inspirasi.

11 comments:

  1. YNWA Soel! Guncang kembali nonbar kami dengan aba-aba chant-mu \m/ #PrayForSoel

    ReplyDelete
  2. Dua alinea terakhir melelehkan air mata ...

    Ayo, Soel! Sembuh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paragraf terakhir cak!
      betapa indahnya Mas Aji merangkai kata
      ambyar wes iki moto kebak banyu..

      Bangkit Kang! Lawan Penyakitmu!
      Umak Kadit Uklam Dewean

      Delete
  3. Sekalipun saya belum pernah bertemu dan kenal dengan KangSoel,, melihat bbrp cerita dr berbagai sumber blog dan KOP site,, saya berharap sekali bisa membantu. Tp apa daya saya hanya mampu memberikan support melalui kicauan twitter ke teman2 polowers.. Tetap semangat brada,, ada banyak yang mendoakan dan memotivasimu di negaraku (twitter,, hehe)Kau takkan pernah berjalan sendirian, kang.. Kami bersama mu. Sekalipun saya seorang ladyKOP, saya pengen adu chants sama Kang Soel..Ayooooo kang, kamu pasti BISA !!! Salam hangat : @EkaLeiva (kekasih gelapnya Leiva xixixixi) #YNWA 1892x #TheREDS !!!

    ReplyDelete
  4. Semoga Allah juga mendengarkan doa dan harapan kita semua agar soel mampu melawan penyakitnya hingga sembuh total bisa berkumpul2 lagi dgn keluarga, sahabat dan orng2 tercinta "amin"

    ReplyDelete
  5. @ibe_1892: Insya Allah Bigreds Reg Makassar akan mengadakan penggalangan dana saat vs Emyu. YNWA KangSoel.

    ReplyDelete
  6. Saya pribadi tidak mengenal Soel... juga tidak tergabung dg BIGREDS meskipun pecinta Liverpool... tapi melihat solidaritas kemarin sore rasanya benar2 terharu... YNWA memang benar2 ada.. Lekas sembuh Soel, kamu bisa menang... #PrayforSoel

    ReplyDelete
  7. Di balik gayanya yang jenaka, sesekali dia bisa menjadi sosok yang bijak tanpa menggurui. Setidaknya dia sering menjadi pengingat saya. Suatu waktu obrolan memang bertema berat tapi tetap tidak menghalanginya untuk membahas secara ringan dan renyah ---> so true ... . saudara merah yg paling top. ... makna YNWA semakin terasa bila dibawanya... saya yakin semua yg mengenal dia akan semakin cinta dengan LFC apapun kondisinya. .. teladan yg cukup sempurna bagi kita untuk berubah menjadi "merah" yg lebih baik.. .. kangen kangen kangen :'(

    ReplyDelete